KABAR POLTESA:Suara Mahasiswa tak setujui cara penghapusan SP

Banyaknya mahasiswa yang merasa terbebani dengan adanya penghapusan SP dengan cara melakukan berupa pembersihan ruangan lab,serta WC .Menurut salah satu mahasiswa mengatakan peraturan itu sam sekali tak disetujui dan tanpa adanya kesepakatan antara pihak mahasiswa dan Pihak kaprodi.Dia mengungkapkan tindakan ini sama sekali sperti anak sd yang masih mudah di berikan aturan tanpa berani memberikan perlawanan.Karna itu mahasiswa merasa sangat terbebani apalagi melihat jumlah jam yang diterima mahasiswa ada yang lebih dari seratus jam.Jenis sanksi yang diberikan untuk penghapusan SP itu ada dua cara yakni berupa pembayaran uang ,dihitung rp3000/jam.Kalikan jika sudah mencapai 100 jam ,bisa didapatkan rp300.000 .Betapa merasa terbebani mereka atas tindakan itu.Cara kedua dengan melakukan pembersihan ruangan dan sanksi itu bisa berubah rubah,bisa berat dan ringan tergantung pihak teknisi yang memberikan sanksi.Terkadang pihak mahasiswa mengeluh dan motivasinya semakin drop akan tindakan seperti ini.Pulang kuliah jam 15.00 dan harus mengikuti Penghapusan SP itu.Sungguh mengecewakan.
Setidaknya peraraturan ini haruslah disepakati bersama jangan main hakim sendiri.Apalagi tingkat pendidikan sekarang ini sudah mahasiswa setidaknye mereka sudah bisa berpikir mana yang wajar dan mana yand tidak wajar
Berikut ada sebuah rekaman file yang menerangkan partispisasi "mahasiswa menanggapi peraturan penghapusan SP ini"
File ini bisa diputar langsung tekan tombol play
KLIK LINK INI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seputar Sambas:Sering Ngamuk, Kunyil Diamankan Pol PP

70 Persen dari 195 Perusahaan di Sambas Belum Daftar BPJS (Seputar Sambas)