Seputar Sambas:Wakil Ketua DPRD Sambas Mundur
Wakil Ketua DPRD Sambas, Darso, menyatakan pengundurdan diri dari posisinya. Namun, ia tetap menjadi anggota DPRD dari Fraksi PDIP..
"Saya sudah sampaikan surat pengunduran diri saya sebagai Wakil Ketua DPRD ke DPP PDIP, DPD PDIP Kalbar, dan DPRD Sambas pada 19 Oktober 2011," ujar Darso kepada wartawan di Sambas, Senin (7/11/2011).
Ditanya alasan pengunduran diri, Darso mengungkapkan bahwa ia ingin fokus menata partai menjelang Pilgub 2012 dan menjelang Pemilu 2014;
"Banyak hal kekurangan selama saya pimpin, dan saya ikhlas untuk melepaskan jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD. Ini semua semata-mata ditugaskan partai," ujar Darso yang saat ini menjabat Ketua DPC PDIP Sambas periode 2010-2015.
"Bagi saya, jabatan sebagai amanah. Mari kita bergandeng tangan, jangan menyalahkan Si A maupun Si B," tambahnya.
Beberapa waktu lalu, seju,lah Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDIP di Sambas menyampaikan mosi tak percaya atas kepemimpinan Darso di PDIP.
Para pengurus PAC menyoroti roda organisasi yang tidak berjalan baik dan banyak terjadi tumpang tindih. Mereka menuntut dilakukannya konsolidasi internal.
Darso menanggapi mosi tidak percaya itu sebagai hal biasa, namun tidak boleh berlanjut. Sebab, kalau itu dilakukan terus, akan merongrong partai.
"Posisi saya tetap di partai, saya tetap Ketua PDIP. Saya katakan, tugas partai harus dikerjakan bersama-sama," katanya. Lalu, siapa yang akan menggantikan Darso di kursi Wakil Ketua DPRD? Pada rapat konsultasi 20 Oktober lalu, berdasarkan hasil konsultasi antara DPP dan DPC, maka pengganti unsur pimpinan DPRD akan diambil alih pihak DPP.
Ada lima nama anggota DPRD dari PDIP yang berpeluang untuk menduduki kursi yang ditinggalkan Darso, yakni Urai Guntur Saputra, Erwin Saputra, Eliantisna, Jonosen, dan Syarif.
Darso juga menjelaskan, saat mencalonkan diri sebagai calon Wakil Bupati Sambas beberapa waktu lalu, ia telah mengirim surat ke DPP PDIP, isinya mengundurkan diri sementara sebagai Wakil Ketua DPRD Sambas.
Menurut informasi yang diperoleh Tribun, dalam surat DPP PDIP dijelaskan bahwa surat pemberhentian
tersebut bersifat permanen, sehingga Darso akhirnya harus diganti oleh anggota DPRD lainnya.
Terkait dengan target PDIP, Darso mengatakan pada 2012 sudah mulai dilakukan perekrutan calon anggota legislatif.
"Kita berupaya meningkatkan suara, dari 30 ribu dapat dinaikan 15 persen nantinya. PDIP secara keseluruhan belum dapat menang di Sambas, namun kita berupaya agar Cornelis bisa terpilih kembali menjadi Gubernur Kalbar," ujarnya.
Sementara itu, Anis, istri Darso, mengatakan sudah mengetahui keputusan suaminya akan mengundurkan diri sebagai Wakil Ketua DPRD Sambas.
"Niat tersebut sudah lama dibicarakan kepada saya, dan hal itu sudah terbiasa bagi kami, karena saya mengetahui suami saya adalah seorang politisi," ujarnya.
"Saya sudah sampaikan surat pengunduran diri saya sebagai Wakil Ketua DPRD ke DPP PDIP, DPD PDIP Kalbar, dan DPRD Sambas pada 19 Oktober 2011," ujar Darso kepada wartawan di Sambas, Senin (7/11/2011).
Ditanya alasan pengunduran diri, Darso mengungkapkan bahwa ia ingin fokus menata partai menjelang Pilgub 2012 dan menjelang Pemilu 2014;
"Banyak hal kekurangan selama saya pimpin, dan saya ikhlas untuk melepaskan jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD. Ini semua semata-mata ditugaskan partai," ujar Darso yang saat ini menjabat Ketua DPC PDIP Sambas periode 2010-2015.
"Bagi saya, jabatan sebagai amanah. Mari kita bergandeng tangan, jangan menyalahkan Si A maupun Si B," tambahnya.
Beberapa waktu lalu, seju,lah Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDIP di Sambas menyampaikan mosi tak percaya atas kepemimpinan Darso di PDIP.
Para pengurus PAC menyoroti roda organisasi yang tidak berjalan baik dan banyak terjadi tumpang tindih. Mereka menuntut dilakukannya konsolidasi internal.
Darso menanggapi mosi tidak percaya itu sebagai hal biasa, namun tidak boleh berlanjut. Sebab, kalau itu dilakukan terus, akan merongrong partai.
"Posisi saya tetap di partai, saya tetap Ketua PDIP. Saya katakan, tugas partai harus dikerjakan bersama-sama," katanya. Lalu, siapa yang akan menggantikan Darso di kursi Wakil Ketua DPRD? Pada rapat konsultasi 20 Oktober lalu, berdasarkan hasil konsultasi antara DPP dan DPC, maka pengganti unsur pimpinan DPRD akan diambil alih pihak DPP.
Ada lima nama anggota DPRD dari PDIP yang berpeluang untuk menduduki kursi yang ditinggalkan Darso, yakni Urai Guntur Saputra, Erwin Saputra, Eliantisna, Jonosen, dan Syarif.
Darso juga menjelaskan, saat mencalonkan diri sebagai calon Wakil Bupati Sambas beberapa waktu lalu, ia telah mengirim surat ke DPP PDIP, isinya mengundurkan diri sementara sebagai Wakil Ketua DPRD Sambas.
Menurut informasi yang diperoleh Tribun, dalam surat DPP PDIP dijelaskan bahwa surat pemberhentian
tersebut bersifat permanen, sehingga Darso akhirnya harus diganti oleh anggota DPRD lainnya.Terkait dengan target PDIP, Darso mengatakan pada 2012 sudah mulai dilakukan perekrutan calon anggota legislatif.
"Kita berupaya meningkatkan suara, dari 30 ribu dapat dinaikan 15 persen nantinya. PDIP secara keseluruhan belum dapat menang di Sambas, namun kita berupaya agar Cornelis bisa terpilih kembali menjadi Gubernur Kalbar," ujarnya.
Sementara itu, Anis, istri Darso, mengatakan sudah mengetahui keputusan suaminya akan mengundurkan diri sebagai Wakil Ketua DPRD Sambas.
"Niat tersebut sudah lama dibicarakan kepada saya, dan hal itu sudah terbiasa bagi kami, karena saya mengetahui suami saya adalah seorang politisi," ujarnya.
Komentar
Posting Komentar