Tenus Sambas Masuk Kurikulum Di Sekolah
Merupakan sebuah kebanggan dan menggembirakan karan dengan adanya program ini budaya sambas takkan luntur di makan perkembangan zaman.Istri Menko Perekonomian, Ny Okke Hatta Rajasa berdialog dengan penenun songket saat mengunjungi kampung Sumberang, Desa Sumber Harapan, Sambas, Kamis (6/10/2011).
- Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas, Nurpinarto mengatakan tenun Songket Sambas masuk pada pelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah.
"Kita masukkan muatan lokal tenun Sambas pada jenjang pendidikan SD, SMP terutama pada beberapa sekolah rintisan," ujar Nurpinarto kepada Tribunpontianak.co.id, Jumat (7/10/2011).
Dikatakan, pihaknya saat ini masih merancang silabus dan kurikulum yang akan digunakan nantinya. "Makanya para guru diberikan pembekalan bagaimana menenun, sehingga nantinya bisa diterapkan terhadap para siswanya," katanya.
Muatan lokal tidak hanya tenun, namun juga bisa tergantung kondisi wilayah masing-masing. "Kalau di Sejangkung misalnya bisa saja berupa anyam-anyaman, dan kalau di Pemangkat bisa saja muatan lokalnya tentang budidaya perikanan," ujarnya.
"Kita masukkan muatan lokal tenun Sambas pada jenjang pendidikan SD, SMP terutama pada beberapa sekolah rintisan," ujar Nurpinarto kepada Tribunpontianak.co.id, Jumat (7/10/2011).
Dikatakan, pihaknya saat ini masih merancang silabus dan kurikulum yang akan digunakan nantinya. "Makanya para guru diberikan pembekalan bagaimana menenun, sehingga nantinya bisa diterapkan terhadap para siswanya," katanya.
Muatan lokal tidak hanya tenun, namun juga bisa tergantung kondisi wilayah masing-masing. "Kalau di Sejangkung misalnya bisa saja berupa anyam-anyaman, dan kalau di Pemangkat bisa saja muatan lokalnya tentang budidaya perikanan," ujarnya.
Penulis : Suhendra Yusri
Editor : Marlen Sitinjak
Sumber : Tribun Pontianak
Komentar
Posting Komentar