Tolak Konser Dâ €™Bagindas dan J-Rock di Gabsis Konser Dikhawatirkan Semakin Merusak Lapangan by pontianak post
SAMBAS – Klub anggota
Gabungan Sepakbola Seluruh
Indonesia Sambas (Gabsis)
keberatan dengan konser
yang akan digelar pada 24 Mei
di Lapangan Sepakbola Gabsis.
Namun konser disponsori
perusahaan rokok yang
mendatangkan D’Bagindas dan
J-Rocks ini telah dijadwalkan,
di mana panitia tentunya
sudah mengantongi izin. Baik
dari aparat maupun yang
bertanggungjawab terhadap
lapangan tersebut. Anggota
Gabsis akan mengambil
tindakan, membuat surat
keberatan.
Keberatan tersebut
diungkapkan para klub pada
rapat Liga Galik yang sedang
berlangsung dan Liga Antar
Kampung yang bakal digelar
bulan ini juga, Kamis (5/5)
malam. Setidaknya 12 klub
dan beberapa insan sepakbola
Sambas hadir dalam rapat itu.
“Kita tidak tahu-menahu
awalnya. Tahu-tahu sudah ada
pengumuman ada konser di
Lapangan Gabsis,” kata
seorang peserta rapat.
Klubdan pencinta sepakbola
Sambas sepakat menyatakan
keberatan dengan konser itu
karena kondisi Lapangan
Gabsis yang tidak layak.
KlubDagang Putra, Desa
Lubuk Dagang, Uray Adi,
mengatakan bahwa pihaknya
sama sekali tidak menentang
konser hanya semata-mata
alasan lapangan membuatnya
keberatan. Lapangan Gabsis
merupakan satu-satunya
fasilitas yang layak untuk
pertandingan sepakbola di
Sambas. Jika dilaksanakan
konser, dikhawatirkan rumput
di lapangan akan berubah
menjadi lumpur. “Kalau
konser lapangan pasti hancur,
jadi lumpur. Apalagi saat ini
musim hujan, kondisi lapangan
belum baik,” tegasnya.
Jamruzi dari Klub Dalam Kaum
Putramengutarakan hal
senada. Dia mengungkapkan
bahwa Liga Galik yang sedang
berlangsung akan dilanjutkan
dengan Liga Antar Kampung.
Jika diadakan konser dan
lapangan rusak, dia khawatir
dua liga ini bakal terganggu.
Apalagi selama ini tidak ada
perhatian terhadap satu-
satunya sarana sepakbola
Sambas tersebut. “Kalau
konsernya sendiri sebenarnya
kami dukung, ada hiburan
juga. Tapi jangan gunakan
Lapangan Gabsis, lokasinya
dipindahkan saja,” tegasnya.
Protes juga datang dari Klub
Damos. Perwakilan Damos,
Apriansyah, menyayangkan
konser yang akan digelar di
Lapangan Gabsis. Dia
menyebutkan, selama ini
pembenahan lapangan
dilakukan sukarela oleh
anggota Gabsis. Pun dengan
konser-konser artis yang
dihelat di Lapangan Gabsis
tidak pernah memberikan
kontribusi buat lapangan.
“Selesai konser lapangan
rusak, itu saja yang ada.
Sementara pembenahannya
sukarela,” katanya.
Camat Sambas Yusran sebagai
Ketua Liga Galik yang juga
hadir rapat menampung
aspirasi anggota Gabsis. Dia
memasilitasi anggota
menyatakan keberatan
terhadap pengeluaran izin
penggunaan Lapangan Gabsis
untuk konser D’Bagindas dan
J-rock tersebut.Ketua PSSI
Sambas Mas’ud Sulaiman
dihubungi kemarin (6/5),
menyatakan sudah mendapat
laporan tentang keberatan
tersebut. Dia mengaku belum
bisa mengambil keputusan, di
mana dalam hal ini harus
dimusyawarahkan dengan
berbagai pihak terkait. “PSSI
belum buat rekomendasi,
akan kita musyawarahkan hal
ini,” janjinya.Pada dasarnya
PSSI, kata dia, akan
mengedepankan kepentingan
yang lebih besar. Namun dia
menambahkan, keputusan
tidak dapat diambil cepat
karena mesti mendengar
pendapat semua pihak. (hen)
Gabungan Sepakbola Seluruh
Indonesia Sambas (Gabsis)
keberatan dengan konser
yang akan digelar pada 24 Mei
di Lapangan Sepakbola Gabsis.
Namun konser disponsori
perusahaan rokok yang
mendatangkan D’Bagindas dan
J-Rocks ini telah dijadwalkan,
di mana panitia tentunya
sudah mengantongi izin. Baik
dari aparat maupun yang
bertanggungjawab terhadap
lapangan tersebut. Anggota
Gabsis akan mengambil
tindakan, membuat surat
keberatan.
Keberatan tersebut
diungkapkan para klub pada
rapat Liga Galik yang sedang
berlangsung dan Liga Antar
Kampung yang bakal digelar
bulan ini juga, Kamis (5/5)
malam. Setidaknya 12 klub
dan beberapa insan sepakbola
Sambas hadir dalam rapat itu.
“Kita tidak tahu-menahu
awalnya. Tahu-tahu sudah ada
pengumuman ada konser di
Lapangan Gabsis,” kata
seorang peserta rapat.
Klubdan pencinta sepakbola
Sambas sepakat menyatakan
keberatan dengan konser itu
karena kondisi Lapangan
Gabsis yang tidak layak.
KlubDagang Putra, Desa
Lubuk Dagang, Uray Adi,
mengatakan bahwa pihaknya
sama sekali tidak menentang
konser hanya semata-mata
alasan lapangan membuatnya
keberatan. Lapangan Gabsis
merupakan satu-satunya
fasilitas yang layak untuk
pertandingan sepakbola di
Sambas. Jika dilaksanakan
konser, dikhawatirkan rumput
di lapangan akan berubah
menjadi lumpur. “Kalau
konser lapangan pasti hancur,
jadi lumpur. Apalagi saat ini
musim hujan, kondisi lapangan
belum baik,” tegasnya.
Jamruzi dari Klub Dalam Kaum
Putramengutarakan hal
senada. Dia mengungkapkan
bahwa Liga Galik yang sedang
berlangsung akan dilanjutkan
dengan Liga Antar Kampung.
Jika diadakan konser dan
lapangan rusak, dia khawatir
dua liga ini bakal terganggu.
Apalagi selama ini tidak ada
perhatian terhadap satu-
satunya sarana sepakbola
Sambas tersebut. “Kalau
konsernya sendiri sebenarnya
kami dukung, ada hiburan
juga. Tapi jangan gunakan
Lapangan Gabsis, lokasinya
dipindahkan saja,” tegasnya.
Protes juga datang dari Klub
Damos. Perwakilan Damos,
Apriansyah, menyayangkan
konser yang akan digelar di
Lapangan Gabsis. Dia
menyebutkan, selama ini
pembenahan lapangan
dilakukan sukarela oleh
anggota Gabsis. Pun dengan
konser-konser artis yang
dihelat di Lapangan Gabsis
tidak pernah memberikan
kontribusi buat lapangan.
“Selesai konser lapangan
rusak, itu saja yang ada.
Sementara pembenahannya
sukarela,” katanya.
Camat Sambas Yusran sebagai
Ketua Liga Galik yang juga
hadir rapat menampung
aspirasi anggota Gabsis. Dia
memasilitasi anggota
menyatakan keberatan
terhadap pengeluaran izin
penggunaan Lapangan Gabsis
untuk konser D’Bagindas dan
J-rock tersebut.Ketua PSSI
Sambas Mas’ud Sulaiman
dihubungi kemarin (6/5),
menyatakan sudah mendapat
laporan tentang keberatan
tersebut. Dia mengaku belum
bisa mengambil keputusan, di
mana dalam hal ini harus
dimusyawarahkan dengan
berbagai pihak terkait. “PSSI
belum buat rekomendasi,
akan kita musyawarahkan hal
ini,” janjinya.Pada dasarnya
PSSI, kata dia, akan
mengedepankan kepentingan
yang lebih besar. Namun dia
menambahkan, keputusan
tidak dapat diambil cepat
karena mesti mendengar
pendapat semua pihak. (hen)
Komentar
Posting Komentar