Gempa Dahsyat dan Tsunami Hantam Jepang

Berdasarkan data Badan
Meteorologi Jepang, gempa
yang terjadi merupakan
terdahsyat dalam kurun 140
tahun terakhir.
Muhammad Firman | Sabtu,
12 Maret 2011, 05:19 WIB
VIVAnews - Gempa kembali
mengguncang Jepang, Jumat
siang, pukul 14.46 waktu
setempat. Guncangan
berkekuatan 8,9 Skala Richter
(SR) yang diikuti gempa
susulan berkekuatan 7,4SR itu
berpusat di 130km sebelah
timur Sendai, Honshu, atau
373km tenggara Tokyo pada
kedalaman 24km.
Gempa mengakibatkan
tsunami yang menyapu
kawasan pesisir Timur Laut
negeri itu, khususnya yang
berada dekat dengan
episentrum. Gempa juga
menghancurkan sejumlah
bangunan.
Berdasarkan data Badan
Meteorologi Jepang, gempa
yang terjadi merupakan
terdahsyat dalam kurun 140
tahun terakhir. Skalanya
melampaui gempa besar di
Kanto, Honshu, 1 September
1923. Saat itu, gempa yang
membunuh sedikitnya 140 ribu
warga di kawasan Tokyo
hanya berkekuatan 7,9 SR.
Sebagai gambaran betapa
dahsyatnya gempa kali ini, jika
dibandingkan dengan gempa
besar Kobe yang terjadi pada
tahun 1995 lalu, skalanya jauh
lebih besar. Ketika itu gempa
Kobe hanya mencapai 7,2SR.
Padahal, gempa Kobe memicu
kerugian ekonomi hingga US
$100 miliar dan diklaim
sebagai bencana alam paling
mahal sepanjang sejarah
negeri Sakura.
Sama seperti Indonesia,
Jepang merupakan salah satu
negara yang sering
mengalami gempa bumi
karena terletak di wilayah
lingkar api Pasifik. Bagi
negara-negara di kawasan
tersebut, gempa dengan skala
besar bukanlah hal yang aneh.
Di negeri matahari terbit itu,
menurut Kevin McCue,
seismolog dan profesor dari
Central Queensland University
di Canberra, Australia, tujuh
gempa bumi dengan
magnitudo 8 skala richter
telah mengguncang Jepang
sejak tahun 1891 lalu.
Dan sama seperti beberapa
gempa dahsyat terdahulu,
gempa 11 Maret 2011 ini
disebabkan oleh dorongan
patahan (thrust faulting).
Dalam kondisi demikian,
bebatuan yang terletak di
bagian bawah kerak bumi
didorong ke atas lapisan
lempeng bumi lainnya.
Dorongan ini terjadi di
sepanjang atau di dekat
perbatasan lempeng Pasifik,
sebuah lempeng tektonik yang
ada di dasar samudera Pasifik
yang terus bergerak. Dan
alasan mengapa frekuensi
gempa dahsyat lebih tinggi di
Jepang dibandingkan dengan
di kawasan lain adalah karena
laju pergerakan lempeng
Pasifik di sekitar negeri itu
lebih tinggi dibanding dengan
di kawasan lain

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seputar Sambas:Sering Ngamuk, Kunyil Diamankan Pol PP

70 Persen dari 195 Perusahaan di Sambas Belum Daftar BPJS (Seputar Sambas)